Skip to content
MonitorBerita
Menu
  • Sample Page
Menu

Kuhap Baru Larang Tersangka Dipamerkan, Polri Ikuti Aturan

Posted on January 13, 2026January 13, 2026 by Cinta

KUHAP Baru Ubah Praktik Penegakan Hukum

Pemberlakuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) membawa perubahan signifikan dalam praktik penegakan hukum di Indonesia. Salah satu poin penting yang menjadi sorotan publik adalah larangan bagi aparat penegak hukum untuk menampilkan tersangka dalam konferensi pers.

Aturan ini tertuang dalam Pasal 91 KUHAP baru, yang menegaskan bahwa penyidik dilarang melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan praduga bersalah terhadap seseorang yang masih berstatus tersangka. Dengan ketentuan tersebut, praktik lama memperlihatkan tersangka ke hadapan media, sering kali dengan mengenakan rompi tahanan atau ditutup wajahnya, kini tidak lagi dibenarkan.

Respons Polri: Patuh dan Pedomani KUHAP

Kepolisian Republik Indonesia menyatakan akan mematuhi sepenuhnya ketentuan dalam KUHAP baru tersebut. Hal ini disampaikan oleh Trunoyudo Wisnu Andiko, Karo Penmas Divisi Humas Polri.

“Merujuk Pasal 91 KUHAP, dalam melakukan penetapan tersangka, penyidik dilarang melakukan perbuatan yang menimbulkan praduga bersalah. Polri akan mempedomani dasar UU RI Nomor 20 Tahun 2025 tersebut,” ujar Trunoyudo saat dikonfirmasi.

Pernyataan ini menegaskan komitmen Polri untuk menyesuaikan seluruh prosedur penegakan hukum dengan kerangka hukum acara pidana yang baru, termasuk dalam hal komunikasi publik dan transparansi penanganan perkara.

Mengakhiri Praktik Lama yang Kontroversial

Selama bertahun-tahun, penampilan tersangka dalam konferensi pers menjadi praktik umum aparat penegak hukum di Indonesia. Tujuannya beragam, mulai dari transparansi penanganan kasus, efek jera, hingga membangun kepercayaan publik.

Namun, praktik tersebut kerap menuai kritik dari pegiat hak asasi manusia dan pakar hukum. Menampilkan tersangka di ruang publik dinilai berpotensi melanggar asas praduga tak bersalah, karena secara psikologis dan sosial dapat membentuk opini publik bahwa seseorang sudah pasti bersalah, meskipun proses peradilan belum berjalan.

KUHAP baru hadir untuk menjawab kritik tersebut dengan menempatkan perlindungan hak asasi manusia sebagai salah satu pilar utama hukum acara pidana.

KPK Lebih Dulu Terapkan Aturan

Sebelum Polri secara resmi menyatakan kepatuhan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah lebih dulu menerapkan ketentuan dalam KUHAP baru. Hal ini terlihat dalam konferensi pers kasus dugaan suap di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara, di mana lima tersangka tidak ditampilkan ke hadapan media.

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil karena KPK telah mengadopsi KUHAP yang resmi berlaku sejak 2 Januari 2026.

“Mungkin rekan-rekan melihat konferensi pers hari ini agak berbeda. Kenapa tersangkanya tidak ditampilkan? Salah satunya karena kami sudah mengadopsi KUHAP yang baru,” ujar Asep.

Fokus pada Perlindungan HAM

Menurut Asep, KUHAP baru menempatkan hak asasi manusia sebagai pusat dari seluruh proses hukum acara pidana. Salah satu implementasinya adalah penguatan asas praduga tak bersalah, yang menegaskan bahwa setiap orang harus diperlakukan sebagai tidak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

“KUHAP yang baru itu lebih fokus kepada hak asasi manusia. Bagaimana perlindungan HAM ditegakkan, termasuk asas praduga tak bersalah yang harus dilindungi,” jelasnya.

Pendekatan ini menandai pergeseran paradigma penegakan hukum dari yang sebelumnya cenderung represif dan simbolik, menjadi lebih berorientasi pada perlindungan hak individu.

Apa Itu Asas Praduga Tak Bersalah?

Asas praduga tak bersalah merupakan prinsip fundamental dalam sistem peradilan pidana modern. Prinsip ini menegaskan bahwa seseorang yang disangka, ditangkap, atau dituntut tidak boleh dianggap bersalah sebelum adanya putusan pengadilan yang final.

Dalam konteks konferensi pers, menampilkan tersangka secara terbuka dinilai bertentangan dengan prinsip tersebut karena dapat menimbulkan stigma sosial, merusak reputasi, bahkan berdampak pada kehidupan pribadi dan profesional tersangka, meskipun nantinya ia dinyatakan tidak bersalah oleh pengadilan.

Dengan KUHAP baru, negara berupaya memastikan bahwa proses hukum berjalan adil tanpa tekanan opini publik yang berlebihan.

Tantangan Implementasi di Lapangan

Meski secara normatif aturan ini telah jelas, implementasinya di lapangan tidak lepas dari tantangan. Aparat penegak hukum harus menyesuaikan pola komunikasi publik agar tetap transparan tanpa melanggar hak tersangka.

Konferensi pers tetap dapat dilakukan untuk menjelaskan konstruksi perkara, pasal yang disangkakan, dan perkembangan penyidikan. Namun, informasi tersebut harus disampaikan tanpa menampilkan sosok tersangka secara langsung.

Selain itu, media massa juga diharapkan beradaptasi dengan pendekatan baru ini dengan lebih menekankan substansi perkara daripada visualisasi tersangka.

Dampak bagi Penegakan Hukum

Larangan menampilkan tersangka dinilai akan membawa dampak jangka panjang bagi penegakan hukum di Indonesia. Di satu sisi, perlindungan HAM akan semakin kuat dan sejalan dengan standar internasional. Di sisi lain, aparat dituntut lebih profesional dalam membangun kepercayaan publik melalui kualitas penyidikan, bukan sekadar simbol atau eksposur media.

Langkah ini juga diharapkan dapat mengurangi praktik “trial by the press”, di mana seseorang seolah-olah telah diadili oleh opini publik sebelum proses hukum selesai.

Menuju Penegakan Hukum yang Lebih Beradab

Pernyataan Polri yang siap mematuhi KUHAP baru menandai fase penting dalam reformasi hukum acara pidana di Indonesia. Sejalan dengan langkah KPK, komitmen ini menunjukkan keseriusan aparat penegak hukum untuk beradaptasi dengan norma hukum yang lebih menghormati hak asasi manusia.

Ke depan, konsistensi penerapan aturan ini akan menjadi kunci. KUHAP baru bukan sekadar perubahan teks undang-undang, melainkan transformasi cara pandang dalam memperlakukan warga negara yang berhadapan dengan hukum.

Dengan tidak lagi menampilkan tersangka di ruang publik, Indonesia bergerak menuju sistem peradilan pidana yang lebih adil, berimbang, dan beradab, di mana penghormatan terhadap martabat manusia ditempatkan sebagai prioritas utama.

Baca Juga : Film Macam Betool Aja Tayang Februari 2026, EO Freelance & Cinta Lama

Cek Juga Artikel Dari Platform : pestanada

Recent Posts

  • BMKG dan Bappenas Bahas Kesiapan Musim Kemarau
  • PPN Mobil Listrik Nikel Ditanggung 100 Persen
  • Masa Pensiun Tidak Harus Identik dengan Penurunan Kualitas Hidup
  • Laznas BMM Buka Lowongan Fasilitator Program
  • Satgas Armuzna Cek Kesiapan Wukuf Arafah


PARTNER

suarairama pestanada beritabandar rumahjurnal podiumnews dailyinfo wikiberita zonamusiktop musicpromote bengkelpintar liburanyuk jelajahhijau carimobilindonesia jalanjalan-indonesia otomotifmotorindo ngobrol olahraga mabar dapurkuliner radarbandung radarjawa medianews infowarkop kalbarnewsr ketapangnewsr beritabumir kabarsantai outfit faktagosip beritagram lagupopuler seputardigital updatecepat marihidupsehat baliutama hotviralnews cctvjalanan beritajalan beritapembangunan pontianaknews monitorberita koronovirus museros iklanjualbeli festajunina capoeiravadiacao georgegordonfirstnation 1reservoir revisednews petanimal footballinfo london-bridges sultaniyya phdibanten beritabmkg beritakejagung beritasatu gilabola

Membedah Kompleksitas Arsitektur Permainan Digital dalam Menciptakan Pola Probabilitas Konsisten Strategi Membaca Sinkronisasi Frekuensi Mahjong Wins Melalui Analisis Statistik Permainan Modern Peran Algoritma terhadap Stabilitas Volatilitas pada Ekosistem Game Daring Terkini di Indonesia Mekanisme Tersembunyi Pada Infrastruktur Real-Time dalam Menentukan Probabilitas Visual Pemain Pola Dan Kalkulasi Rtp Terbaru Kasino Daring Jadi Perbincangan Dunia Digital Analisis Komparatif Perilaku Pengguna dalam Menghadapi Fluktuasi Sinkronisasi Frekuensi Sistem Digital Modern Dampak Signifikan Evaluasi Volatilitas terhadap Perubahan Kebiasaan Pemain Game Daring Saat Ini Fenomena Masa Depan Ekosistem Gaming Ketika Analisa Data Mulai Mengendalikan Keputusan Strategis Bermain Kajian Mendalam Mengenai Evaluasi Volatilitas Modern Sebagai Indikator Utama Transisi Momentum Permainan Memahami Dinamika Aktivitas Pemain Melalui Pendekatan Probabilitas Transisi Strategi Permainan Adaptif Analisis Pengambilan Keputusan Rasional dalam Permaian Digital Menjadi Indikator Sistem Optimal Evolusi Mekanisme Permainan Melalui Optimalisasi Struktur Baru Dunia Game Digital Modern Pendekatan Dinamis Pola Aktivitas Pengguna dalam Menjaga Keseimbangan Algoritma RTP Permainan Penerapan Konsep Analitik Gaming Adaptif Sebagai Standar Performa Sistem Kasino Modern Sinkronisasi Frekuensi Mahjong Ways dan Pengaruhnya terhadap Momentum Ekspansif Ekosistem Daring Modern Bagaimana Sistem Monitoring Berbasis Kecerdasan Buatan Mulai Mengubah Arsitektur Permainan Digital Masa Kini Pengaruh Transformasi Infrastruktur Virtual terhadap Dinamika Probabilitas dan Metrik Komparasi Alur Baccarat Analisis Struktur Algoritma Mahjong Ways 2 serta Dampak Signifikannya pada Standar Regulasi RTP di Indonesia Implementasi Pengamatan Statistik dalam Memahami Pola Transisi Infrastruktur Game Digital Secara Komprehensif Rahasia Integrasi Frekuensi Digital yang Berhasil Membentuk Ulang Dinamika Keputusan Pemain Interaktif Cara Cerdas Memanfaatkan Metrik Komparasi Alur Baccarat untuk Membaca Tren Keputusan Banker dan Player Kajian Infrastruktur Digital Real-Time Sangat Dibutuhkan untuk Menjaga Stabilitas Pola Bermain Metode Pendekatan Statistik Menganalisis Perubahan Pola Mesin Slot Pragmatic Play Secara Detail Panduan Lengkap Membaca Sinyal Transisi Probabilitas Visual dalam Ekosistem Game Digital Kontemporer Pentingnya Memahami Arsitektur Mekanisme Game Daring Virtual untuk Mendapatkan Momentum Kemenangan Secara Akurat Fakta Baru Studi Analitik tentang Pergeseran Preferensi Pengguna Game Online di Indonesia Mengapa Banyak Pemain Tidak Menyadari Perubahan Kecil pada Arsitektur Virtual Ekosistem Kasino Daring Riset Analitik Terbaru Mengungkap Cara Pola RTP Mempengaruhi Psikologi Pengguna Secara Signifikan Risiko Keamanan Digital yang Mempengaruhi Pola Aktivitas Pada Evolusi Permainan Modern Studi Perilaku Pemain Terkini Membuktikan Adanya Korelasi Antara Sistem Interaktif dan Pengambilan Keputusan

©2026 MonitorBerita | Design: Newspaperly WordPress Theme

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by