Skip to content
MonitorBerita
Menu
  • Sample Page
Menu

Sengketa Lapis Pontianak Dinilai Perdata, Bukan Penipuan

Posted on December 28, 2025December 28, 2025 by Cinta

Kronologi Awal Kerja Sama Bisnis

Pemilik usaha Lapis Pontianak, Eka Gustini, akhirnya angkat bicara terkait isu dugaan penipuan yang belakangan ramai diperbincangkan publik. Melalui kuasa hukumnya, Eka menegaskan bahwa persoalan tersebut berawal dari kerja sama bisnis jual beli gula, bukan dari niat penipuan sebagaimana dituduhkan.

Kuasa hukum Eka, Bayu Sukmadiansyah, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut dimulai pada Oktober 2024 antara kliennya dan seorang perempuan bernama Melati, pemilik usaha Mebu. Awalnya, hubungan keduanya bersifat profesional dalam konteks promosi usaha.

Menurut Bayu, sebelum menanamkan modal, Melati terlebih dahulu bekerja sama sebagai endorser produk kue lapis milik Eka. Dalam proses tersebut, Melati mengetahui bahwa selain memproduksi kue lapis, Eka juga menjalankan usaha jual beli gula. Dari situ muncul ketertarikan Melati untuk ikut serta dalam usaha tersebut melalui penanaman modal.

“Kerja sama ini dilakukan secara lisan dan dilandasi kesepakatan kedua belah pihak. Tidak ada unsur paksaan ataupun tipu daya sejak awal,” ujar Bayu dalam konferensi pers di Pontianak, Minggu (28/12/2025).


Nilai Transaksi dan Perhitungan Kewajiban

Bayu menerangkan bahwa seluruh transaksi dilakukan secara transparan melalui transfer bank ke rekening Eka. Berdasarkan data transaksi yang kini telah disita penyidik Polresta Pontianak, total dana yang ditransfer Melati mencapai lebih dari Rp400 juta.

Namun, angka tersebut menurut Bayu kerap disalahpahami oleh publik. Ia menegaskan bahwa dari total dana yang masuk, kliennya telah mengembalikan sekitar Rp290 juta kepada Melati. Dengan demikian, sisa kewajiban yang belum dibayarkan berada di angka Rp191 juta.

“Jadi bukan Rp400 juta yang belum dibayar. Yang masih menjadi kewajiban klien kami adalah Rp191 juta. Ini penting diluruskan agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi,” tegas Bayu.

Ia menambahkan, angka Rp400 juta yang sering disebut dalam pemberitaan muncul akibat perhitungan bunga atau keuntungan usaha yang disepakati di awal kerja sama.


Skema Keuntungan dan Hambatan Usaha

Dalam kesepakatan awal, lanjut Bayu, keuntungan usaha dihitung sekitar 9 hingga 10 persen setiap lima hari dari modal yang ditanamkan. Skema ini membuat nilai keuntungan terus bertambah karena modal dan laba diputar kembali dalam waktu singkat.

Namun, permasalahan muncul ketika usaha jual beli gula mengalami kendala operasional. Pasokan gula dari agen tertunda, salah satunya karena faktor hari libur. Kondisi tersebut berdampak langsung pada arus kas usaha dan kemampuan Eka untuk mengembalikan modal secara sekaligus.

“Klien kami tidak lari dari tanggung jawab. Ia menawarkan pengembalian secara bertahap atau mencicil. Tapi tawaran itu ditolak, karena pelapor menginginkan pengembalian tunai sekaligus,” kata Bayu.

Menurut pihak kuasa hukum, situasi ini memperlihatkan adanya perbedaan ekspektasi dalam kerja sama bisnis, yang seharusnya diselesaikan melalui mekanisme keperdataan.


Dugaan Tekanan dan Dampak Reputasi

Bayu juga mengungkapkan adanya dugaan tekanan terhadap kliennya. Ia menyebut bahwa pada November 2024, Eka dijemput dari rumah dengan alasan akan diajak melihat lokasi toko gula. Namun, Eka justru dibawa ke sebuah hotel dan berada di sana selama berjam-jam hingga dini hari.

“Klien kami mengaku mendapat tekanan verbal agar mengembalikan uang malam itu juga. Bahkan handphone klien kami sempat diambil dan tidak diperbolehkan menghubungi siapa pun,” ujar Bayu.

Selain itu, Melati juga disebut menghubungi rekan-rekan bisnis Eka dan menyampaikan tuduhan penipuan. Dampaknya, sejumlah mitra usaha memilih menjauh, yang berpengaruh langsung pada kelangsungan bisnis Lapis Pontianak.


Proses Hukum dan Upaya Mediasi

Pada Januari 2025, Melati secara resmi melaporkan Eka ke kepolisian dengan dugaan penipuan. Proses hukum berjalan hingga Juli 2025, saat Eka ditetapkan sebagai tersangka. Atas penetapan tersebut, pihak kuasa hukum mengajukan surat keberatan karena menilai unsur pidana tidak terpenuhi.

“Kami menilai hubungan hukum antara pelapor dan klien kami adalah hubungan keperdataan. Sangat disayangkan jika instrumen hukum pidana digunakan sebagai alat penagihan utang,” kata Bayu.

Dalam upaya penyelesaian, mediasi telah dilakukan di Polresta Pontianak pada 25 Desember 2025. Saat itu, Eka telah membawa uang tunai Rp191 juta untuk melunasi kewajibannya. Namun, pengembalian dana tersebut disertai permintaan pemulihan nama baik.

“Selama hampir setahun, klien kami menanggung tekanan publik dan keluarga akibat tuduhan penipuan. Kami hanya meminta kehormatan dan nama baik klien kami dipulihkan,” ujarnya.


Penjelasan Langsung dari Eka Gustini

Eka Gustini membenarkan seluruh keterangan yang disampaikan kuasa hukumnya. Ia menegaskan tidak pernah memiliki niat menipu. Menurutnya, modal awal yang diberikan Melati sebesar Rp42 juta dan terus berkembang karena keuntungan diputar kembali.

“Setiap lima hari saya selalu transfer keuntungan. Selama enam minggu semuanya berjalan lancar,” ujar Eka.

Ia mengakui kendala usaha terjadi ketika pasokan gula tertunda. Namun, menurutnya, ia tidak diberi ruang waktu untuk menyelesaikan masalah tersebut. Eka juga membantah keras tuduhan penggunaan nota palsu sebagaimana yang beredar di media sosial.

“Kalau ada tuduhan nota palsu atau penipuan, silakan dibuktikan secara hukum. Fakta sebenarnya adalah kegagalan usaha yang sedang saya tanggung, dan saya tetap berniat melunasi kewajiban saya,” tegasnya.


Perspektif Berbeda dari Pelapor

Di sisi lain, Melati tetap bersikukuh bahwa kasus ini adalah murni kerja sama bisnis, bukan pinjaman pribadi. Ia mengaku menemukan kejanggalan dalam nota pembelian gula dan merasa ditekan dalam proses mediasi.

“Saya menghargai itikad baik pengembalian uang, tapi saya tidak bisa menerima syarat yang meminta saya mengubah fakta,” ujar Melati dalam pernyataannya.


Menunggu Kepastian Hukum

Perkara ini kini masih bergulir dan menjadi perhatian publik di Pontianak. Di tengah perbedaan versi, para pihak berharap proses hukum dapat berjalan objektif dan memberikan kepastian hukum, sekaligus menjadi pelajaran penting tentang risiko dan kejelasan dalam kerja sama bisnis.

Baca Juga : Keutamaan Bulan Rajab sebagai Ruang Persiapan Spiritual

Jangan Lewatkan Info Penting Dari : ngobrol

Recent Posts

  • BMKG dan Bappenas Bahas Kesiapan Musim Kemarau
  • PPN Mobil Listrik Nikel Ditanggung 100 Persen
  • Masa Pensiun Tidak Harus Identik dengan Penurunan Kualitas Hidup
  • Laznas BMM Buka Lowongan Fasilitator Program
  • Satgas Armuzna Cek Kesiapan Wukuf Arafah


PARTNER

suarairama pestanada beritabandar rumahjurnal podiumnews dailyinfo wikiberita zonamusiktop musicpromote bengkelpintar liburanyuk jelajahhijau carimobilindonesia jalanjalan-indonesia otomotifmotorindo ngobrol olahraga mabar dapurkuliner radarbandung radarjawa medianews infowarkop kalbarnewsr ketapangnewsr beritabumir kabarsantai outfit faktagosip beritagram lagupopuler seputardigital updatecepat marihidupsehat baliutama hotviralnews cctvjalanan beritajalan beritapembangunan pontianaknews monitorberita koronovirus museros iklanjualbeli festajunina capoeiravadiacao georgegordonfirstnation 1reservoir revisednews petanimal footballinfo london-bridges sultaniyya phdibanten beritabmkg beritakejagung beritasatu gilabola

Membedah Kompleksitas Arsitektur Permainan Digital dalam Menciptakan Pola Probabilitas Konsisten Strategi Membaca Sinkronisasi Frekuensi Mahjong Wins Melalui Analisis Statistik Permainan Modern Peran Algoritma terhadap Stabilitas Volatilitas pada Ekosistem Game Daring Terkini di Indonesia Mekanisme Tersembunyi Pada Infrastruktur Real-Time dalam Menentukan Probabilitas Visual Pemain Pola Dan Kalkulasi Rtp Terbaru Kasino Daring Jadi Perbincangan Dunia Digital Analisis Komparatif Perilaku Pengguna dalam Menghadapi Fluktuasi Sinkronisasi Frekuensi Sistem Digital Modern Dampak Signifikan Evaluasi Volatilitas terhadap Perubahan Kebiasaan Pemain Game Daring Saat Ini Fenomena Masa Depan Ekosistem Gaming Ketika Analisa Data Mulai Mengendalikan Keputusan Strategis Bermain Kajian Mendalam Mengenai Evaluasi Volatilitas Modern Sebagai Indikator Utama Transisi Momentum Permainan Memahami Dinamika Aktivitas Pemain Melalui Pendekatan Probabilitas Transisi Strategi Permainan Adaptif Analisis Pengambilan Keputusan Rasional dalam Permaian Digital Menjadi Indikator Sistem Optimal Evolusi Mekanisme Permainan Melalui Optimalisasi Struktur Baru Dunia Game Digital Modern Pendekatan Dinamis Pola Aktivitas Pengguna dalam Menjaga Keseimbangan Algoritma RTP Permainan Penerapan Konsep Analitik Gaming Adaptif Sebagai Standar Performa Sistem Kasino Modern Sinkronisasi Frekuensi Mahjong Ways dan Pengaruhnya terhadap Momentum Ekspansif Ekosistem Daring Modern Bagaimana Sistem Monitoring Berbasis Kecerdasan Buatan Mulai Mengubah Arsitektur Permainan Digital Masa Kini Pengaruh Transformasi Infrastruktur Virtual terhadap Dinamika Probabilitas dan Metrik Komparasi Alur Baccarat Analisis Struktur Algoritma Mahjong Ways 2 serta Dampak Signifikannya pada Standar Regulasi RTP di Indonesia Implementasi Pengamatan Statistik dalam Memahami Pola Transisi Infrastruktur Game Digital Secara Komprehensif Rahasia Integrasi Frekuensi Digital yang Berhasil Membentuk Ulang Dinamika Keputusan Pemain Interaktif Cara Cerdas Memanfaatkan Metrik Komparasi Alur Baccarat untuk Membaca Tren Keputusan Banker dan Player Kajian Infrastruktur Digital Real-Time Sangat Dibutuhkan untuk Menjaga Stabilitas Pola Bermain Metode Pendekatan Statistik Menganalisis Perubahan Pola Mesin Slot Pragmatic Play Secara Detail Panduan Lengkap Membaca Sinyal Transisi Probabilitas Visual dalam Ekosistem Game Digital Kontemporer Pentingnya Memahami Arsitektur Mekanisme Game Daring Virtual untuk Mendapatkan Momentum Kemenangan Secara Akurat Fakta Baru Studi Analitik tentang Pergeseran Preferensi Pengguna Game Online di Indonesia Mengapa Banyak Pemain Tidak Menyadari Perubahan Kecil pada Arsitektur Virtual Ekosistem Kasino Daring Riset Analitik Terbaru Mengungkap Cara Pola RTP Mempengaruhi Psikologi Pengguna Secara Signifikan Risiko Keamanan Digital yang Mempengaruhi Pola Aktivitas Pada Evolusi Permainan Modern Studi Perilaku Pemain Terkini Membuktikan Adanya Korelasi Antara Sistem Interaktif dan Pengambilan Keputusan https://cpsc.edu.co/contacto/

©2026 MonitorBerita | Design: Newspaperly WordPress Theme

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by