17 Desa di Kabupaten Tangerang Masih Terendam Banjir, 4.352 KK Mengungsi
Bencana banjir masih melanda sebagian wilayah Kabupaten Tangerang, Banten. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tangerang (BPBD) mencatat hingga saat ini terdapat empat wilayah kecamatan yang mencakup 17 desa dan kelurahan masih terendam banjir dengan ketinggian air berkisar 30 hingga 50 sentimeter.
Akibat kondisi tersebut, sebanyak 4.352 kepala keluarga (KK) masih harus mengungsi, baik di posko pengungsian yang disediakan pemerintah daerah maupun di rumah sanak saudara. Meski sebagian besar wilayah sudah surut, proses penanganan dan pemulihan masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah bersama unsur terkait.
Empat Kecamatan Masih Terdampak
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan bahwa dari total 27 kecamatan yang sebelumnya terdampak banjir, saat ini tinggal empat kecamatan yang masih tergenang air.
Menurutnya, genangan air masih bertahan di sejumlah desa karena kondisi geografis wilayah serta aliran sungai yang belum sepenuhnya kembali normal. Meski demikian, tren banjir secara umum menunjukkan penurunan dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Penyebab Banjir: Hujan Lebat dan Luapan Sungai
BPBD menjelaskan bahwa banjir yang merendam wilayah Kabupaten Tangerang disebabkan oleh curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, serta meluapnya Sungai Cidurian dan Sungai Cimanceuri.
Luapan dua sungai utama tersebut mengakibatkan air melimpas ke permukiman warga, terutama di daerah dataran rendah dan kawasan yang berdekatan dengan aliran sungai. Kondisi ini diperparah dengan sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air dalam waktu singkat.
Ribuan Warga Masih Mengungsi
Hingga kini, 4.352 KK masih tercatat sebagai pengungsi. Sebagian warga memilih bertahan di posko pengungsian resmi, sementara lainnya mengungsi ke rumah keluarga atau kerabat di wilayah yang lebih aman.
BPBD memastikan bahwa seluruh pengungsi telah terdata dan mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Proses pendataan terus diperbarui seiring perubahan kondisi di lapangan.
Distribusi Logistik dan Bantuan Berjalan Lancar
Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Kabupaten Tangerang bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mendistribusikan berbagai bantuan logistik kepada warga terdampak banjir.
Menurut Achmad Taufik, distribusi bantuan berjalan lancar dan dipastikan tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pangan maupun perlengkapan dasar bagi pengungsi.
Bantuan Pangan dan Perlengkapan Pengungsian
Bantuan pangan disalurkan langsung ke posko pengungsian serta ke lingkungan warga terdampak. Selain itu, pemerintah daerah juga menyediakan berbagai perlengkapan pendukung pengungsian, antara lain:
- Tenda pengungsian
- Kasur lipat dan selimut
- Terpal
- Pampers bayi dan lansia
- Perlengkapan dapur umum
Dapur umum juga telah didirikan di beberapa kecamatan untuk memastikan kebutuhan konsumsi pengungsi terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Rincian Desa Terdampak di Kecamatan Kresek
Di Kecamatan Kresek, banjir masih merendam beberapa desa dengan jumlah pengungsi sebagai berikut:
- Desa Pasir Ampo: 258 KK
- Desa Koper: 150 KK
- Desa Patrasana: 50 KK
Wilayah ini masih mengalami genangan akibat aliran air yang belum sepenuhnya surut dari daerah sekitar sungai.
Desa Terdampak di Kecamatan Gunung Kaler
Sementara itu, di Kecamatan Gunung Kaler, desa-desa yang masih terdampak antara lain:
- Desa Kedung: 220 KK
- Desa Gunung Kaler: 173 KK
- Desa Kandawati: 640 KK
- Desa Carenang: 153 KK
- Desa Talok: 15 KK
- Desa Kelor: 14 KK
Kecamatan ini menjadi salah satu wilayah dengan jumlah pengungsi cukup signifikan, terutama di Desa Kandawati.
Kondisi di Kecamatan Kronjo
Di Kecamatan Kronjo, banjir masih merendam beberapa desa dengan jumlah pengungsi sebagai berikut:
- Desa Muncang: 27 KK
- Desa Pasilian: 301 KK
- Desa Cirumpak: 250 KK
- Desa Pagedangan Ilir: 1.115 KK
- Desa Pagedangan Udik: 645 KK
Pagedangan Ilir tercatat sebagai desa dengan jumlah pengungsi terbanyak akibat banjir di Kabupaten Tangerang.
Wilayah Terdampak di Kecamatan Mekar Baru
Sementara di Kecamatan Mekar Baru, banjir masih menggenangi:
- Desa Jenggot: 179 KK
- Desa Mailiwis: 12 KK
- Desa Kedaung: 150 KK
Meski jumlah pengungsi relatif lebih sedikit dibanding kecamatan lain, BPBD tetap melakukan pemantauan intensif hingga kondisi benar-benar aman.
Upaya Pemantauan dan Antisipasi Lanjutan
BPBD Kabupaten Tangerang terus melakukan pemantauan debit air sungai serta kondisi cuaca. Koordinasi dengan instansi terkait juga dilakukan untuk mengantisipasi potensi hujan susulan yang dapat memperpanjang masa genangan.
Warga di wilayah rawan banjir diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas, khususnya terkait keselamatan dan kesehatan selama berada di pengungsian.
Penutup
Banjir yang masih merendam 17 desa di Kabupaten Tangerang menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi. Dengan 4.352 KK masih mengungsi, fokus pemerintah daerah saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi serta mempercepat proses pemulihan.
BPBD bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen terus melakukan penanganan hingga kondisi benar-benar aman dan warga dapat kembali ke rumah masing-masing dengan selamat.
Baca Juga : Pos Perbatasan Rafah Dibuka, Harapan Baru bagi Gaza
Cek Juga Artikel Dari Platform : festajunina

