Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tangerang menerima kunjungan studi tiru dari Dekranasda Kabupaten Pandeglang pada Senin (29/12/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antardaerah di Provinsi Banten, khususnya dalam pengembangan kerajinan lokal dan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kunjungan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, melainkan dirancang sebagai forum pembelajaran bersama. Melalui studi tiru ini, kedua daerah saling bertukar pengalaman, gagasan, serta praktik baik dalam mengelola program pembinaan pengrajin dan penguatan kelembagaan Dekranasda di tengah masyarakat.
Tangerang Jadi Rujukan Pengembangan Kerajinan
Kabupaten Tangerang dipilih sebagai tujuan studi tiru karena dinilai memiliki program pembinaan kerajinan dan UMKM yang berjalan relatif baik dan berkelanjutan. Sejumlah inovasi dalam pendampingan pengrajin, promosi produk, hingga kolaborasi lintas sektor menjadi daya tarik tersendiri bagi Dekranasda Kabupaten Pandeglang.
Sebagai organisasi mitra pemerintah daerah, Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Tangerang dinilai berhasil membangun ekosistem kerajinan yang adaptif terhadap perkembangan pasar. Produk-produk kerajinan lokal Tangerang tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal, tetapi juga mulai menembus pasar regional dan nasional.
Sambutan Hangat dan Semangat Berbagi
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid, menyambut langsung rombongan Dekranasda Kabupaten Pandeglang. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Kabupaten Tangerang terbuka untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pengembangan kerajinan daerah.
“Kami sangat terbuka untuk berbagi pengalaman. Harapannya, kerja sama seperti ini dapat memperkuat pengrajin di masing-masing daerah dan meningkatkan daya saing produk lokal,” ujar Rismawati.
Menurutnya, tantangan pengrajin di era saat ini tidak hanya soal produksi, tetapi juga inovasi desain, kualitas, pemasaran, serta kemampuan beradaptasi dengan selera pasar. Oleh karena itu, kolaborasi antardaerah menjadi kunci untuk saling menguatkan.
Pertukaran Pengalaman dan Program Pembinaan
Dalam sesi diskusi, Dekranasda Kabupaten Tangerang memaparkan berbagai program unggulan yang telah dijalankan, mulai dari pelatihan keterampilan, pendampingan manajemen usaha, hingga fasilitasi promosi produk kerajinan. Beberapa program bahkan melibatkan kolaborasi dengan dunia usaha, akademisi, dan komunitas kreatif.
Sementara itu, Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Pandeglang turut berbagi pengalaman mengenai potensi kerajinan khas Pandeglang, tantangan yang dihadapi pengrajin, serta upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan kapasitas UMKM di daerahnya.
Pertukaran gagasan ini dinilai penting agar masing-masing daerah dapat mengadopsi program yang sesuai dengan karakteristik lokal. Tidak semua kebijakan bisa diterapkan secara seragam, namun inspirasi dari daerah lain dapat menjadi pemantik inovasi.
Peran Strategis Dekranasda dalam Ekonomi Kreatif
Kegiatan studi tiru ini sekaligus menegaskan peran strategis Dekranasda sebagai mitra pemerintah daerah dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kerajinan. Di tengah persaingan global dan derasnya arus produk massal, kerajinan lokal membutuhkan dukungan kuat agar tetap memiliki daya saing.
Dekranasda berperan sebagai jembatan antara pengrajin dan pemerintah, sekaligus penghubung dengan pasar. Melalui pembinaan yang terarah, pengrajin tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga memahami pentingnya branding, kualitas, dan keberlanjutan usaha.
Sinergi Antarwilayah di Provinsi Banten
Studi tiru antara Dekranasda Pandeglang dan Kabupaten Tangerang juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antarwilayah di Provinsi Banten. Dengan karakteristik daerah yang beragam, kolaborasi menjadi cara efektif untuk saling melengkapi potensi.
Kabupaten Tangerang dengan akses pasar yang lebih luas dapat menjadi mitra strategis bagi Pandeglang dalam hal promosi dan pemasaran. Sebaliknya, Pandeglang dengan kekayaan budaya dan kerajinan tradisionalnya dapat memperkaya ragam produk kerajinan Banten.
Sinergi ini diharapkan mampu mendorong terciptanya jaringan pengrajin yang lebih kuat, sehingga produk-produk lokal Banten dapat dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dukungan Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Tangerang menyatakan siap mendukung kolaborasi berkelanjutan antardaerah dalam pengembangan kerajinan dan UMKM. Dukungan tersebut tidak hanya berupa fasilitasi kegiatan, tetapi juga kebijakan yang berpihak pada pengrajin lokal.
Melalui sinergi antara Dekranasda, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, diharapkan sektor kerajinan dapat menjadi salah satu pilar penggerak ekonomi daerah. Selain menciptakan lapangan kerja, kerajinan lokal juga berperan dalam menjaga identitas budaya dan kearifan lokal.
Harapan ke Depan
Dengan terlaksananya studi tiru ini, kedua Dekranasda berharap dapat melahirkan program-program inovatif yang lebih efektif dan berkelanjutan. Pertemuan ini bukan akhir, melainkan awal dari kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan.
Kabupaten Tangerang menilai kehadiran Dekranasda Pandeglang sebagai momentum positif untuk memperkuat jaringan kerja, berbagi inspirasi, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor kerajinan.
Ke depan, sinergi antardaerah seperti ini diharapkan semakin sering dilakukan. Dengan saling belajar dan berkolaborasi, pengrajin Banten dapat tumbuh lebih kuat, adaptif, dan mampu bersaing di tengah dinamika ekonomi kreatif yang terus berkembang.
Baca Juga : Diskominfo Tangerang Terbitkan 3.708 Rilis Sepanjang 2025
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : podiumnews

