Polres Sambas memaparkan capaian kinerja sepanjang tahun 2025 dalam konferensi pers akhir tahun yang digelar di Mapolres Sambas, Rabu, 31 Desember 2025. Dalam pemaparan tersebut, kepolisian mengklaim terjadi penurunan signifikan angka kriminalitas, terutama pada kasus narkotika dan tindak pidana umum, dibandingkan tahun sebelumnya.
Konferensi pers akhir tahun ini menjadi agenda rutin kepolisian sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban publik atas pelaksanaan tugas penegakan hukum, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta pelayanan kepada masyarakat selama satu tahun penuh.
Kapolres Sambas AKBP Wahyu Jati Wibowo menyampaikan bahwa evaluasi tahunan bukan sekadar laporan angka, melainkan refleksi atas strategi, tantangan, dan kolaborasi yang telah dijalankan institusi kepolisian bersama masyarakat.
“Melalui konferensi pers ini, kami menyampaikan secara terbuka capaian kinerja serta hasil pengungkapan kasus yang telah ditangani Polres Sambas sepanjang tahun 2025. Ini merupakan bentuk akuntabilitas kami kepada masyarakat,” ujar AKBP Wahyu.
Penurunan Kasus Narkotika Jadi Sorotan Utama
Salah satu capaian utama yang menjadi sorotan dalam paparan tersebut adalah penurunan kasus narkotika. Sepanjang tahun 2025, Polres Sambas mencatat sebanyak 48 perkara narkoba, menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 58 kasus.
Selain jumlah perkara, jumlah tersangka yang diamankan juga mengalami penurunan cukup signifikan. Pada tahun 2025, polisi mengamankan 52 orang tersangka, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 74 tersangka.
Menurut Kapolres, tren penurunan ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan merupakan hasil dari kombinasi langkah preventif, penegakan hukum yang konsisten, serta peningkatan peran masyarakat dalam memberikan informasi.
“Penurunan ini menjadi indikator meningkatnya efektivitas upaya pencegahan dan penindakan yang kami lakukan. Ini juga menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk menjauhi narkoba dan berani melapor semakin baik,” jelasnya.
Meski demikian, Kapolres menegaskan bahwa penurunan angka tidak serta-merta membuat kepolisian lengah. Peredaran narkotika tetap menjadi ancaman serius, mengingat Kabupaten Sambas memiliki posisi geografis yang strategis dan rawan menjadi jalur perlintasan.
Tindak Pidana Umum Ikut Menurun
Selain narkotika, Polres Sambas juga mencatat tren penurunan pada sejumlah tindak pidana umum. Beberapa jenis kejahatan konvensional, seperti pencurian, penganiayaan, dan perkelahian, dilaporkan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kapolres menyebutkan bahwa upaya preventif seperti patroli rutin, penguatan fungsi bhabinkamtibmas di desa-desa, serta pendekatan persuasif kepada masyarakat berperan besar dalam menekan potensi gangguan kamtibmas.
“Kami menekankan pencegahan sejak dini. Kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya untuk penindakan, tetapi juga membangun komunikasi dan kepercayaan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pendekatan humanis menjadi salah satu kunci dalam menjaga stabilitas keamanan, terutama di wilayah pedesaan yang memiliki karakter sosial kuat dan berbasis kekeluargaan.
Peran Masyarakat Dinilai Krusial
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Sambas juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya, penurunan angka kejahatan tidak lepas dari meningkatnya partisipasi warga dalam melaporkan potensi gangguan keamanan serta keterbukaan informasi kepada aparat.
“Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi. Ketika masyarakat aktif berpartisipasi, maka potensi kejahatan bisa ditekan sejak awal,” kata AKBP Wahyu.
Ia juga mengapresiasi peran tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah desa yang selama ini aktif bersinergi dengan kepolisian dalam menjaga situasi tetap kondusif.
Tantangan yang Masih Dihadapi
Meski mencatat tren positif, Polres Sambas mengakui masih menghadapi berbagai tantangan. Selain ancaman narkotika, tantangan lain yang dihadapi antara lain kejahatan lintas wilayah, potensi konflik sosial, serta dampak ekonomi yang dapat memicu peningkatan kriminalitas.
Kapolres menilai bahwa dinamika sosial dan ekonomi masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Oleh karena itu, kepolisian tidak bisa bekerja sendiri, melainkan harus terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan elemen masyarakat lainnya.
“Kami menyadari tantangan ke depan tidak semakin ringan. Karena itu, kami terus melakukan evaluasi internal dan peningkatan kapasitas personel,” ujarnya.
Komitmen Polres Sambas ke Depan
Menutup pemaparan evaluasi akhir tahun, AKBP Wahyu menegaskan komitmen Polres Sambas untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, profesionalisme personel, serta kecepatan dan ketepatan penanganan perkara.
Ia juga memastikan bahwa di tahun 2026, Polres Sambas akan tetap memprioritaskan pemberantasan narkoba, peningkatan keamanan lingkungan, serta pendekatan humanis dalam penegakan hukum.
“Kami berkomitmen menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Sambas. Dukungan dan kepercayaan masyarakat menjadi modal utama kami,” pungkasnya.
Evaluasi akhir tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi laporan angka, tetapi juga menjadi bahan refleksi bersama antara kepolisian dan masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Sambas.
Baca Juga : Dua Pekan Tak Pulang, Petani Sajingan Besar Hilang Misteriu
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : iklanjualbeli

