Upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika terus menjadi fokus serius di berbagai daerah, termasuk di Kota Depok. Sepanjang tahun 2025, Badan Narkotika Nasional Kota Depok secara konsisten melakukan penyebarluasan informasi dan edukasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba yang semakin kompleks.
Berdasarkan data yang disampaikan BNN Kota Depok, selama tahun 2025 telah dilaksanakan sebanyak 106 kegiatan edukasi tatap muka. Dari seluruh rangkaian kegiatan tersebut, total peserta yang berhasil dijangkau mencapai 21.085 orang. Angka ini mencerminkan komitmen kuat BNN Kota Depok dalam menjadikan edukasi sebagai garda terdepan perang melawan narkoba.
Edukasi Tatap Muka Jadi Strategi Utama
Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kota Depok, Purwoko Nugroho, menegaskan bahwa edukasi secara langsung dipilih karena dinilai lebih efektif dalam menyampaikan pesan pencegahan. Melalui interaksi tatap muka, peserta dapat memahami bahaya narkoba secara komprehensif sekaligus berdialog langsung dengan narasumber.
“Selama satu tahun, BNN Kota Depok telah melakukan edukasi P4GN kepada 21.085 orang. Edukasi ini kami lakukan secara langsung agar pesan pencegahan bisa dipahami dengan baik,” ujar Purwoko Nugroho, Senin (29/12/2025).
Menurutnya, edukasi bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk sikap dan kesadaran. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu mengenali ancaman narkoba sejak dini dan tidak mudah terjerumus.
Menyasar Semua Lapisan Usia
Salah satu keunggulan program edukasi P4GN BNN Kota Depok adalah cakupan sasaran yang luas. Edukasi tidak hanya difokuskan pada kalangan remaja, tetapi juga menyentuh anak usia dini, mahasiswa, komunitas masyarakat, hingga instansi pemerintah. Pendekatan lintas usia ini dinilai penting karena ancaman narkoba dapat menyasar siapa saja.
Purwoko merinci, kegiatan edukasi sepanjang 2025 menyasar:
- 3 Taman Kanak-kanak (TK) dengan total 140 peserta
- 16 Sekolah Dasar (SD) dengan 2.825 peserta
- 41 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan 9.553 peserta
- 18 Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan 3.723 peserta
- 4 Perguruan Tinggi dengan 947 peserta
Selain lingkungan pendidikan formal, BNN Kota Depok juga menjangkau:
- 4 Pondok Pesantren dengan 543 peserta
- 17 Komunitas Masyarakat dengan 3.142 peserta
- 3 Instansi Pemerintah dengan 212 peserta
Data ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan narkoba dilakukan secara menyeluruh, tidak terbatas pada satu segmen masyarakat saja.
Materi Edukasi yang Komprehensif
Dalam setiap kegiatan, BNN Kota Depok menyampaikan materi edukasi yang disesuaikan dengan karakteristik peserta. Untuk anak-anak, pendekatan dilakukan dengan bahasa sederhana dan metode interaktif. Sementara bagi remaja dan dewasa, materi disampaikan lebih mendalam dan kontekstual.
Adapun materi utama yang diberikan meliputi pencegahan penyalahgunaan narkoba, penguatan ketahanan diri khususnya pada remaja, serta pemahaman tentang dampak buruk narkoba dari sisi kesehatan, sosial, hingga hukum. Selain itu, peserta juga dibekali edukasi mengenai peran stakeholder dan masyarakat dalam meningkatkan ketanggapan terhadap kejahatan narkoba.
Materi ini dirancang agar peserta tidak hanya mengetahui bahaya narkoba, tetapi juga mampu mengambil peran aktif dalam pencegahan di lingkungan masing-masing.
Remaja Jadi Fokus Penting Pencegahan
Data peserta menunjukkan bahwa mayoritas sasaran edukasi berasal dari jenjang SMP dan SMA. Hal ini sejalan dengan fakta bahwa remaja merupakan kelompok rentan terhadap pengaruh narkoba. Pada fase pencarian jati diri, rasa ingin tahu yang tinggi sering kali dimanfaatkan oleh jaringan peredaran narkoba.
BNN Kota Depok menilai bahwa pembekalan sejak usia sekolah menjadi investasi jangka panjang. Dengan pemahaman yang kuat, generasi muda diharapkan mampu menolak narkoba dan menjadi agen perubahan di lingkungannya.
Purwoko menegaskan bahwa pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum. Edukasi dan penguatan karakter harus berjalan seiring agar generasi muda memiliki benteng yang kuat.
Peran Masyarakat dan Stakeholder
Selain menyasar individu, edukasi P4GN juga diarahkan untuk membangun sinergi dengan berbagai pihak. Komunitas masyarakat dan instansi pemerintah dilibatkan agar tercipta ekosistem pencegahan yang berkelanjutan. Menurut BNN Kota Depok, narkoba adalah masalah bersama yang membutuhkan keterlibatan semua elemen.
“Kami berharap masyarakat dapat berperan aktif dan menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan narkoba di Kota Depok,” kata Purwoko.
Peran masyarakat dinilai sangat strategis, mulai dari keluarga sebagai lingkungan terdekat, sekolah sebagai tempat pembentukan karakter, hingga komunitas yang menjadi ruang interaksi sosial. Dengan kesadaran kolektif, potensi peredaran narkoba dapat ditekan secara signifikan.
Edukasi sebagai Investasi Jangka Panjang
Upaya edukasi P4GN yang dilakukan BNN Kota Depok tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia. Masyarakat yang bebas narkoba akan lebih produktif, sehat, dan mampu berkontribusi positif bagi pembangunan daerah.
Pemerintah Kota Depok melalui BNN terus mendorong agar edukasi P4GN menjadi agenda berkelanjutan. Sinergi dengan sekolah, kampus, tokoh agama, dan tokoh masyarakat akan terus diperkuat agar pesan pencegahan narkoba semakin luas dan efektif.
Harapan Menuju Depok Bersinar
Dengan capaian 106 kegiatan dan menjangkau lebih dari 21 ribu peserta sepanjang 2025, BNN Kota Depok optimistis bahwa kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba semakin meningkat. Program ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Depok Bersih Narkoba (Bersinar).
Ke depan, BNN Kota Depok berkomitmen untuk terus berinovasi dalam metode edukasi, menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan tantangan baru. Edukasi P4GN tidak hanya akan menjadi agenda tahunan, tetapi bagian integral dari gerakan bersama melindungi generasi muda dan masyarakat dari ancaman narkotika.
Melalui langkah konsisten ini, BNN Kota Depok berharap Kota Depok dapat menjadi contoh daerah yang berhasil membangun ketahanan masyarakat terhadap narkoba melalui edukasi, kolaborasi, dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Baca juga : Sinyal Pulih, Warga Aceh Tamiang Kembali Terhubung Pascabencana
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : beritabandar

