Kecelakaan lalu lintas beruntun terjadi di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan–Kisaran KM 105–106, tepatnya di Lingkungan II, Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara. Insiden tersebut melibatkan satu unit truk kontainer, sebuah minibus, dan sepeda motor, serta mengakibatkan sejumlah orang mengalami luka-luka.
Peristiwa ini terjadi pada pagi hari saat arus lalu lintas mulai padat. Kecelakaan tersebut langsung menyita perhatian warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas di jalur utama penghubung Medan dan Kisaran.
Tiga Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun
Kapolres Batu Bara Polres Batu Bara AKBP Taufiq Hidayat Thayen melalui Kasi Humas menjelaskan bahwa kecelakaan melibatkan tiga kendaraan dengan jenis dan kondisi berbeda.
Kendaraan pertama adalah truk kontainer bernomor polisi BK 9393 LU. Hingga kini, pengemudi truk tersebut melarikan diri usai kejadian dan masih dalam proses penyelidikan oleh kepolisian.
Kendaraan kedua adalah minibus Toyota Calya bernomor polisi BM 1905 PX yang dikemudikan oleh Roy Sugara (36), seorang wiraswasta asal Medan. Di dalam minibus tersebut terdapat dua penumpang, yakni Deo (16), seorang pelajar, dan M. Fronsius Sitio (57), warga Kabupaten Rokan Hilir.
Kendaraan ketiga adalah sepeda motor Honda Vario bernomor polisi BK 4448 OAJ yang dikendarai oleh Putri Febrianti (22), warga Kelurahan Indrapura, dengan seorang penumpang bernama Tiara Yuslaili (11), pelajar asal Desa Titi Payung.
Kronologi Kejadian di Jalinsum Medan–Kisaran
Berdasarkan keterangan kepolisian, kecelakaan bermula ketika minibus Toyota Calya melaju dari arah Kisaran menuju Medan. Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan tersebut diduga bergerak ke jalur kanan.
Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan datang truk kontainer. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari dan minibus menghantam bagian depan truk kontainer tersebut.
Beberapa saat setelah tabrakan pertama, sepeda motor Honda Vario yang berada di belakang minibus tidak sempat menghindar. Sepeda motor tersebut kemudian menabrak bagian belakang minibus, sehingga pengendara dan penumpangnya terjatuh ke badan jalan.
Benturan beruntun tersebut menyebabkan arus lalu lintas sempat tersendat dan memicu kepanikan pengguna jalan lainnya.
Kondisi Korban dan Penanganan Medis
Akibat kecelakaan tersebut, beberapa korban mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan berbeda. Deo, salah satu penumpang minibus, mengalami luka lecet di bagian pelipis kiri dan langsung dibawa ke RS Sapta Medika untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, M. Fronsius Sitio mengalami luka lecet di kedua tangan serta memar di bagian kepala. Ia juga dirujuk ke rumah sakit yang sama guna mendapatkan penanganan lanjutan.
Pengendara sepeda motor, Putri Febrianti, mengalami luka lecet di kedua kaki, luka lecet di tangan kanan, hidung berdarah, serta luka pada bagian wajah. Sedangkan penumpangnya, Tiara Yuslaili, mengalami luka lecet di kaki kiri, tangan kanan, pipi kiri, serta memar di kepala.
Seluruh korban selamat dan telah mendapatkan perawatan medis. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kerusakan Kendaraan dan Kerugian Material
Selain korban luka, kecelakaan ini juga menyebabkan kerusakan cukup parah pada ketiga kendaraan yang terlibat. Truk kontainer mengalami kaca depan pecah dan bodi bagian depan ringsek akibat benturan keras.
Minibus Toyota Calya mengalami kerusakan pada bodi depan sebelah kanan, kaca depan pecah, serta spion kanan patah. Sementara itu, sepeda motor Honda Vario mengalami kerusakan berat pada bodi depan dan stang kiri yang bengkok.
Total kerugian material akibat kecelakaan ini diperkirakan mencapai Rp10 juta.
Saksi dan Penyelidikan Polisi
Dalam kejadian tersebut, terdapat sejumlah saksi mata yang berada di sekitar lokasi. Dua di antaranya adalah Rikar Siahaan (41), seorang wiraswasta asal Tebing Tinggi, dan Eko (46), warga Desa Sipare-pare.
Kepolisian telah meminta keterangan dari para saksi serta melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Fokus penyelidikan juga diarahkan pada pengemudi truk kontainer yang melarikan diri setelah insiden.
“Kecelakaan ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Kami mengimbau pengemudi truk untuk segera menyerahkan diri agar proses hukum dapat berjalan dengan baik,” ujar Kasi Humas Polres Batu Bara.
Imbauan Keselamatan Berlalu Lintas
Pihak kepolisian kembali mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati saat melintas di jalur utama seperti Jalinsum Medan–Kisaran. Kepadatan lalu lintas, kecepatan tinggi, serta kondisi jalan menuntut konsentrasi penuh dari setiap pengemudi.
Pengguna jalan diimbau untuk mematuhi rambu lalu lintas, menjaga jarak aman, serta menghindari manuver berisiko yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.
Kecelakaan ini menjadi pengingat bahwa keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama dan harus selalu menjadi prioritas utama.
Baca Juga : 21 Tahun Tsunami Aceh, Aceh Barat Perkuat Kesiapsiagaan
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : otomotifmotorindo

