monitorberita.com Kepedulian sosial terhadap kelompok lanjut usia kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Vokasi Hubungan Masyarakat Universitas Indonesia melalui kegiatan bertajuk PRecious. Program ini menjadi ruang pertemuan hangat antara mahasiswa dan para lansia, menghadirkan momen kebersamaan yang sarat makna di tengah rutinitas panti werdha. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Panti Werdha Muslim Rumah Oma, wilayah Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Depok.
PRecious bukan sekadar kunjungan sosial biasa. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk mengasah kepekaan sosial dan kemampuan komunikasi empatik. Di sisi lain, kehadiran mahasiswa juga diharapkan mampu membawa kebahagiaan dan semangat baru bagi para lansia yang tinggal di panti.
Makna PRecious sebagai Ruang Kepedulian
PRecious mengusung tema “PRecious Moments: Kebahagiaan Diciptakan dari Interaksi Sederhana”. Tema ini mencerminkan filosofi kegiatan yang menekankan bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari hal besar, melainkan dari interaksi tulus, perhatian, dan kebersamaan yang hangat.
Mahasiswa Vokasi Humas UI menyadari bahwa lansia sering kali membutuhkan ruang untuk didengar dan dihargai. Melalui percakapan ringan, tawa bersama, dan aktivitas sederhana, hubungan emosional dapat terbangun dengan kuat. PRecious menjadi medium untuk mempertemukan dua generasi dalam suasana yang setara dan penuh empati.
Membangun Empati melalui Interaksi Langsung
Kegiatan ini dirancang agar mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan para lansia. Interaksi tersebut tidak hanya bersifat satu arah, tetapi melibatkan dialog dan kebersamaan. Mahasiswa diajak untuk mendengarkan cerita kehidupan para lansia, memahami pengalaman mereka, serta meresapi nilai-nilai kehidupan yang dibagikan.
Bagi mahasiswa, pengalaman ini menjadi pembelajaran penting di luar ruang kelas. Komunikasi empatik tidak hanya dipelajari secara teori, tetapi dipraktikkan langsung dalam situasi nyata. Pendekatan ini sejalan dengan tujuan pendidikan vokasi yang menekankan keseimbangan antara kompetensi teknis dan nilai kemanusiaan.
Aktivitas Kreatif yang Menghangatkan Suasana
Dalam rangkaian kegiatan, mahasiswa mengajak para lansia membuat kerajinan tangan berupa gelang dari manik-manik. Aktivitas ini dipilih karena bersifat ringan, menyenangkan, dan dapat dilakukan bersama-sama. Sambil merangkai manik-manik, mahasiswa dan lansia berbincang santai dan saling bertukar cerita.
Kegiatan ini menciptakan suasana akrab dan penuh tawa. Para lansia terlihat antusias mengikuti setiap proses, sementara mahasiswa belajar untuk bersabar dan menyesuaikan diri dengan ritme para oma dan opa. Momen sederhana ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dapat terjalin melalui aktivitas yang mudah dan menyenangkan.
Refleksi Mahasiswa lewat Menulis Surat
Selain aktivitas kreatif, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi refleksi bertajuk “Menulis Surat untuk Masa Lalu”. Dalam sesi ini, mahasiswa menuangkan perasaan, pesan, dan pembelajaran yang mereka dapatkan setelah mendengarkan kisah para lansia.
Refleksi ini menjadi ruang kontemplasi bagi mahasiswa. Cerita tentang perjuangan, kehilangan, dan kebijaksanaan hidup para lansia memberikan perspektif baru tentang makna kehidupan. Banyak mahasiswa menyadari pentingnya menghargai waktu, keluarga, dan hubungan antarmanusia.
Antusiasme dan Kebahagiaan Para Lansia
Para lansia menyambut kehadiran mahasiswa dengan penuh antusias. Mereka merasa diperhatikan dan dihargai melalui interaksi yang terjalin. Beberapa lansia mengungkapkan rasa senang karena dapat berbagi cerita dan menikmati kebersamaan dengan generasi muda.
Suasana panti menjadi lebih hidup dengan kehadiran mahasiswa. Tawa, obrolan, dan aktivitas bersama menciptakan energi positif yang dirasakan oleh seluruh penghuni panti. Kebahagiaan sederhana ini menjadi tujuan utama dari kegiatan PRecious.
Bentuk Kepedulian melalui Donasi
Di akhir kegiatan, mahasiswa Vokasi Humas UI juga menyerahkan donasi kepada pengurus panti. Donasi tersebut berupa bantuan dana dan barang yang mendukung kebutuhan operasional harian panti, termasuk perlengkapan medis seperti sarung tangan sekali pakai.
Bantuan ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap keberlangsungan pelayanan di Panti Werdha Muslim Rumah Oma. Mahasiswa berharap kontribusi tersebut dapat membantu pengurus panti dalam memberikan perawatan terbaik bagi para lansia.
PRecious sebagai Pembelajaran Nilai Kemanusiaan
PRecious dirancang tidak hanya sebagai kegiatan sosial, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak menjadi agen perubahan yang peka terhadap isu sosial dan mampu menerapkan nilai empati dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini juga memperkuat kompetensi kehumasan mahasiswa. Kemampuan berkomunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat, memahami audiens, dan menyampaikan pesan dengan empati menjadi bekal penting bagi calon praktisi humas di masa depan.
Harapan untuk Keberlanjutan Aksi Sosial
Dengan terselenggaranya PRecious, mahasiswa Vokasi Humas UI berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Kepedulian terhadap lansia tidak seharusnya berhenti pada satu momen, tetapi menjadi bagian dari gerakan sosial yang lebih luas.
Interaksi hangat dan sederhana yang tercipta di Panti Werdha Muslim Rumah Oma menjadi pengingat bahwa kebahagiaan dapat dibangun bersama. Melalui empati, kepedulian, dan aksi nyata, mahasiswa dan masyarakat dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih ramah, manusiawi, dan penuh kasih bagi para lansia.

Cek Juga Artikel Dari Platform beritabandar.com
