Skip to content
MonitorBerita
Menu
  • Sample Page
Menu

Pakar Tata Negara Soroti Perpol tentang Jabatan Ganda Polisi, Dinilai Berpotensi Langgar Prinsip Demokrasi

Posted on December 16, 2025December 16, 2025 by Cinta

monitorberita.com Dunia hukum dan tata kelola pemerintahan kembali diwarnai perdebatan setelah terbitnya peraturan internal kepolisian yang mengatur penempatan anggota Polri aktif di berbagai kementerian dan lembaga negara. Aturan tersebut memungkinkan personel kepolisian yang masih aktif menduduki jabatan di sejumlah instansi sipil. Kebijakan ini langsung menuai respons luas dari akademisi, praktisi hukum, dan pengamat demokrasi.

Perdebatan muncul bukan semata soal teknis administrasi, melainkan menyentuh prinsip dasar dalam sistem ketatanegaraan. Banyak pihak menilai kebijakan ini berpotensi menimbulkan tumpang tindih kewenangan antara aparat keamanan dan birokrasi sipil.

Substansi Peraturan Dinilai Bermasalah

Peraturan Kepolisian Nomor 10 Tahun 2025 secara garis besar mengatur peluang bagi anggota Polri aktif untuk mengisi jabatan di belasan kementerian dan lembaga. Dari sudut pandang pakar hukum tata negara, substansi ini dinilai problematik karena membuka ruang bagi perluasan peran aparat keamanan ke ranah sipil.

Pakar menilai bahwa jabatan-jabatan di kementerian dan lembaga sipil seharusnya diisi oleh aparatur sipil negara atau profesional yang tidak memiliki status sebagai aparat bersenjata aktif. Pemisahan ini dianggap penting untuk menjaga keseimbangan kekuasaan dalam sistem demokrasi.

Kekhawatiran terhadap Prinsip Supremasi Sipil

Salah satu kritik utama yang disampaikan pakar hukum tata negara berkaitan dengan prinsip supremasi sipil. Dalam negara demokrasi, aparat keamanan idealnya berada di bawah kendali sipil dan tidak mendominasi ruang pengambilan kebijakan publik.

Dengan dibukanya peluang jabatan ganda bagi anggota Polri aktif, kekhawatiran muncul bahwa batas antara fungsi keamanan dan fungsi sipil menjadi kabur. Kondisi ini dikhawatirkan dapat melemahkan kontrol sipil terhadap institusi keamanan.

Risiko Tumpang Tindih Kewenangan

Kritik lain yang mengemuka adalah potensi tumpang tindih kewenangan. Aparat kepolisian memiliki tugas utama di bidang penegakan hukum dan keamanan. Ketika personel aktif menduduki jabatan di kementerian atau lembaga, muncul risiko konflik kepentingan.

Sebagai contoh, seorang anggota Polri yang menjabat di lembaga sipil tertentu bisa berada dalam posisi yang sulit ketika kebijakan lembaga tersebut bersinggungan dengan kewenangan kepolisian. Situasi ini dinilai berpotensi merusak prinsip profesionalisme dan independensi lembaga negara.

Pertanyaan soal Kesesuaian dengan Peraturan Lebih Tinggi

Sejumlah pakar juga mempertanyakan kesesuaian peraturan internal tersebut dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. Dalam sistem hukum Indonesia, aturan internal institusi tidak boleh bertentangan dengan undang-undang maupun konstitusi.

Menurut pandangan akademisi, penempatan aparat keamanan aktif di jabatan sipil harus diatur secara jelas dalam undang-undang, bukan hanya melalui peraturan internal. Tanpa dasar hukum yang kuat, kebijakan tersebut berpotensi digugat secara hukum.

Dampak terhadap Reformasi Sektor Keamanan

Isu ini juga dikaitkan dengan agenda reformasi sektor keamanan yang telah lama digaungkan. Reformasi tersebut bertujuan memastikan bahwa institusi keamanan fokus pada tugas pokoknya dan tidak terlalu jauh masuk ke ranah sipil.

Pakar menilai bahwa kebijakan jabatan ganda justru berpotensi menjadi langkah mundur dari semangat reformasi. Alih-alih memperkuat profesionalisme kepolisian, kebijakan ini dinilai dapat memperluas peran Polri ke sektor-sektor yang seharusnya diisi oleh sipil.

Argumen Efektivitas Dipertanyakan

Pendukung kebijakan ini kerap mengemukakan alasan efektivitas dan kebutuhan keahlian tertentu. Namun, pakar hukum tata negara mempertanyakan argumen tersebut. Mereka menilai bahwa efektivitas birokrasi tidak seharusnya dicapai dengan mengorbankan prinsip tata kelola yang baik.

Menurut para ahli, jika suatu kementerian atau lembaga membutuhkan keahlian khusus, solusi yang lebih tepat adalah merekrut profesional atau memperkuat kapasitas aparatur sipil, bukan menempatkan aparat keamanan aktif.

Kekhawatiran terhadap Persepsi Publik

Selain aspek hukum, kritik juga menyasar dampak kebijakan ini terhadap persepsi publik. Kehadiran aparat kepolisian aktif di banyak lembaga sipil berpotensi menimbulkan kesan dominasi institusi keamanan dalam pemerintahan.

Persepsi tersebut dinilai dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap independensi birokrasi. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa berdampak pada legitimasi kebijakan yang dihasilkan oleh lembaga-lembaga tersebut.

Dorongan untuk Evaluasi dan Dialog Terbuka

Sejumlah pakar mendorong agar Perpol Nomor 10 Tahun 2025 dievaluasi secara menyeluruh. Evaluasi ini dinilai penting untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil tidak bertentangan dengan prinsip demokrasi dan negara hukum.

Dialog terbuka antara pemerintah, kepolisian, DPR, dan kalangan akademisi dianggap sebagai langkah yang konstruktif. Melalui diskusi yang inklusif, kebijakan publik dapat disempurnakan tanpa menimbulkan polemik berkepanjangan.

Menjaga Batas Kewenangan dalam Negara Hukum

Perdebatan mengenai Perpol ini pada dasarnya mengingatkan kembali pentingnya menjaga batas kewenangan antar lembaga negara. Dalam negara hukum, setiap institusi memiliki peran dan fungsi yang harus dijalankan secara proporsional.

Pakar hukum tata negara menegaskan bahwa penguatan institusi keamanan harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap prinsip demokrasi. Tanpa keseimbangan tersebut, risiko penyalahgunaan kewenangan akan selalu mengintai.

Isu yang Masih Akan Bergulir

Kritik terhadap Perpol Nomor 10 Tahun 2025 diperkirakan masih akan terus bergulir. Isu ini menyentuh aspek fundamental dalam tata kelola negara dan tidak mudah diselesaikan dalam waktu singkat.

Publik kini menantikan respons lanjutan dari pembuat kebijakan. Apakah aturan tersebut akan dipertahankan, direvisi, atau bahkan dibatalkan, akan menjadi penentu arah hubungan antara institusi keamanan dan pemerintahan sipil ke depan.

Cek Juga Artikel Dari Platform dailyinfo.blog

Recent Posts

  • BMKG dan Bappenas Bahas Kesiapan Musim Kemarau
  • PPN Mobil Listrik Nikel Ditanggung 100 Persen
  • Masa Pensiun Tidak Harus Identik dengan Penurunan Kualitas Hidup
  • Laznas BMM Buka Lowongan Fasilitator Program
  • Satgas Armuzna Cek Kesiapan Wukuf Arafah


PARTNER

suarairama pestanada beritabandar rumahjurnal podiumnews dailyinfo wikiberita zonamusiktop musicpromote bengkelpintar liburanyuk jelajahhijau carimobilindonesia jalanjalan-indonesia otomotifmotorindo ngobrol olahraga mabar dapurkuliner radarbandung radarjawa medianews infowarkop kalbarnewsr ketapangnewsr beritabumir kabarsantai outfit faktagosip beritagram lagupopuler seputardigital updatecepat marihidupsehat baliutama hotviralnews cctvjalanan beritajalan beritapembangunan pontianaknews monitorberita koronovirus museros iklanjualbeli festajunina capoeiravadiacao georgegordonfirstnation 1reservoir revisednews petanimal footballinfo london-bridges sultaniyya phdibanten beritabmkg beritakejagung beritasatu gilabola

Membedah Kompleksitas Arsitektur Permainan Digital dalam Menciptakan Pola Probabilitas Konsisten Strategi Membaca Sinkronisasi Frekuensi Mahjong Wins Melalui Analisis Statistik Permainan Modern Peran Algoritma terhadap Stabilitas Volatilitas pada Ekosistem Game Daring Terkini di Indonesia Mekanisme Tersembunyi Pada Infrastruktur Real-Time dalam Menentukan Probabilitas Visual Pemain Pola Dan Kalkulasi Rtp Terbaru Kasino Daring Jadi Perbincangan Dunia Digital Analisis Komparatif Perilaku Pengguna dalam Menghadapi Fluktuasi Sinkronisasi Frekuensi Sistem Digital Modern Dampak Signifikan Evaluasi Volatilitas terhadap Perubahan Kebiasaan Pemain Game Daring Saat Ini Fenomena Masa Depan Ekosistem Gaming Ketika Analisa Data Mulai Mengendalikan Keputusan Strategis Bermain Kajian Mendalam Mengenai Evaluasi Volatilitas Modern Sebagai Indikator Utama Transisi Momentum Permainan Memahami Dinamika Aktivitas Pemain Melalui Pendekatan Probabilitas Transisi Strategi Permainan Adaptif Analisis Pengambilan Keputusan Rasional dalam Permaian Digital Menjadi Indikator Sistem Optimal Evolusi Mekanisme Permainan Melalui Optimalisasi Struktur Baru Dunia Game Digital Modern Pendekatan Dinamis Pola Aktivitas Pengguna dalam Menjaga Keseimbangan Algoritma RTP Permainan Penerapan Konsep Analitik Gaming Adaptif Sebagai Standar Performa Sistem Kasino Modern Sinkronisasi Frekuensi Mahjong Ways dan Pengaruhnya terhadap Momentum Ekspansif Ekosistem Daring Modern Bagaimana Sistem Monitoring Berbasis Kecerdasan Buatan Mulai Mengubah Arsitektur Permainan Digital Masa Kini Pengaruh Transformasi Infrastruktur Virtual terhadap Dinamika Probabilitas dan Metrik Komparasi Alur Baccarat Analisis Struktur Algoritma Mahjong Ways 2 serta Dampak Signifikannya pada Standar Regulasi RTP di Indonesia Implementasi Pengamatan Statistik dalam Memahami Pola Transisi Infrastruktur Game Digital Secara Komprehensif Rahasia Integrasi Frekuensi Digital yang Berhasil Membentuk Ulang Dinamika Keputusan Pemain Interaktif Cara Cerdas Memanfaatkan Metrik Komparasi Alur Baccarat untuk Membaca Tren Keputusan Banker dan Player Kajian Infrastruktur Digital Real-Time Sangat Dibutuhkan untuk Menjaga Stabilitas Pola Bermain Metode Pendekatan Statistik Menganalisis Perubahan Pola Mesin Slot Pragmatic Play Secara Detail Panduan Lengkap Membaca Sinyal Transisi Probabilitas Visual dalam Ekosistem Game Digital Kontemporer Pentingnya Memahami Arsitektur Mekanisme Game Daring Virtual untuk Mendapatkan Momentum Kemenangan Secara Akurat Fakta Baru Studi Analitik tentang Pergeseran Preferensi Pengguna Game Online di Indonesia Mengapa Banyak Pemain Tidak Menyadari Perubahan Kecil pada Arsitektur Virtual Ekosistem Kasino Daring Riset Analitik Terbaru Mengungkap Cara Pola RTP Mempengaruhi Psikologi Pengguna Secara Signifikan Risiko Keamanan Digital yang Mempengaruhi Pola Aktivitas Pada Evolusi Permainan Modern Studi Perilaku Pemain Terkini Membuktikan Adanya Korelasi Antara Sistem Interaktif dan Pengambilan Keputusan

©2026 MonitorBerita | Design: Newspaperly WordPress Theme

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by